Tuesday, 4 March 2014

Mengapa Nabi Muhammad Suka Kucing?

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dikenal sangat menyayangi kucing. Rasulullah bahkan memiliki seekor kucing bernama Mueza. Suatu saat pernah si Mueza tidur di jubah Rasulullah dan beliau membiarkannya. Bahkan, agar Mueza tidak terganggu, Rasulullah memotong jubah itu untuk Mueza.

Dalam banyak hadits, Rasulullah menjelaskan kedudukan kucing dalam Islam. Bahwa kucing itu tidak najis, ia termasuk perhiasan rumah, bahkan disebut sebagai bagian dari “keluarga” karena selalu berkeliaran di rumah.

كُنْتُ أَتَوَضَّأُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ قَدْ أَصَابَتْ مِنْهُ الْهِرَّةُ قَبْلَ ذَلِكَ
"Aku (Aisyah) dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu dari satu bejana yang sebelumnya telah dijilat kucing." (HR. Ibnu Majah)

الْهِرَّةُ لَا تَقْطَعُ الصَّلَاةَ لِأَنَّهَا مِنْ مَتَاعِ الْبَيْتِ
"Kucing tidak memutus (membatalkan) shalat, karena ia termasuk perhiasan rumah." (HR. Ibnu Majah)

السِّنَّوْرُ مِنْ أَهْلِ الْبَيْتِ وَإِنَّهُ مِنْ الطَّوَّافِينَ أَوْ الطَّوَّافَاتِ عَلَيْكُمْ
"Kucing termasuk keluarga dan ia memang hewan-hewan yang suka berkeliaran diantara kalian."(HR. Ahmad)

Bukan hanya Rasulullah yang sayang kucing. Sahabat seperti Abu Hurairah pun sangat menyayangi binatang itu. Hingga suatu ketika ia bertemu Rasulullah dan seekor kucing turut serta di balik lengan jubahnya. Rasulullah pun kemudian memanggilnya “Abu Hirrin” yang dari nama ini kemudian orang-orang memanggilnya “Abu Hurairah”.

Sebaliknya, bagi orang yang menyakiti atau menyiksa kucing, ada hukuman berat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala; berupa siksa neraka.

عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
"Seorang wanita disiksa Allah pada hari kiamat lantaran dia mengurung seekor kucing sehingga kucing itu mati. Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala memasukkannya ke neraka. Kucing itu dikurungnya tanpa diberi makan dan minum dan tidak pula dilepaskannya supaya ia dapat menangkap serangga-serangga bumi." (HR. Muslim)

Mengapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam suka dan sayang kucing? Berikut ini penjelasan yang dapat kita pahami: 

1. Islam adalah rahmat bagi semesta alam
Sebagai rahmat bagi semesta alam, Islam bukan hanya mengajarkan mengasihi sesama manusia tetapi juga mengasihi alam dan binatang. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad), kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam” (QS. Al Anbiya’ : 107)

2. Siapa yang menyayangi penduduk bumi akan disayang penduduk langit
Penduduk bumi tidak hanya terbatas manusia. Ada tumbuhan dan hewan yang juga menghuninya. Menyayangi mereka semua akan mendatangkan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أهل الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ أهل السَّمَاء
“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh Sang Maha Penyayang. Maka sayangilah penduduk bumi niscaya penduduk langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Ahmad)

3. Fakta ilmiah tentang kucing
Hadits-hadits Rasulullah di atas, terkait dengan kucing tidak najis, bahkan beliau berwudhu dari bejana yang telah dijilat kucing hingga beliau menyebut kucing sebagai perhiasan rumah, ternyata didukung dengan sejumlah fakta ilmiah yang ditemukan di zaman modern ini. Berikut ini 3 fakta ilmiah tentang kucing yang dikutip dari Fimadani:

Fakta Ilmiah 1

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang Didapatkan
  • Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  • Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  • Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
  • Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  • Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
  • Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti
  • Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
  • Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
  • Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
  • Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
  • Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
  • Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
  • Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
  • Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Pria, Jangan Tunda Punya Anak

Para pria sebaiknya tidak lagi menunda untuk segera punya keturunan. Pasalnya, makin lama pria menjadi ayah, kualitas sperma akan semakin menurun dan menjadi mutan. Peneliti memperingatkan, pria yang menjadi ayah dalam usia lebih tua berisiko memiliki anak dengan gangguan seperti autisme dan skizofrenia. 
Selama 10 tahun, ilmuwan telah berspekulasi mengenai hubungan antara pria yang menjadi ayah dalam usia tua dan efeknya pada keturunan. Spekulasi tersebut terbukti dalam riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature. Riset tersebut membuktikan makin tua seorang pria menjadi ayah, makin banyak mutasi genetik yang diwariskan pada keturunannya ketika anak beranjak dewasa.

Dalam riset ini, peneliti meneliti potongan DNA dari 78 orangtua dan anak berkebangsaan Islandia. Dalam riset tersebut, peneliti menemukan hubungan langsung antara usia ayah dan jumlah mutasi DNA pada anak. Mutasi tersebut berkaitan dengan timbulnya spektrum autisme dan skizofrenia. Namun, gangguan DNA ini sama sekali tidak berkaitan dengan usia ibu. 

"Riset ini membantah anggapan umum yang mengatakan ibu sebagai sebab utama gangguan DNA pada anak. Gangguan tersebut sepenuhnya berasal dari pria dan semakin meningkat bersamaan usia calon ayah," kata Kari Stefansson dari Decode Genetics. Gangguan langka ini akan bertahan dalam waktu lama dan memengaruhi kondisi lainnya selama perkembangan anak.

Riset ini juga membuktikan, tidak hanya memori dan elastisitas kulit yang menurun bersamaan dengan usia, tetapi juga DNA pada sperma. Padahal, pria memproduksi sperma sepanjang hidupnya. Hal ini sangat berbeda dengan wanita yang lahir dengan jumlah sel telur terbatas. 

Setiap 16 hari, sel dalam testikel pria terbagi dengan DNA yang merupakan hasil kopi dari DNA lain. Tiap sel merupakan hasil kopi yang digunakan untuk memproduksi sperma. Meski proses pengopian DNA sangat akurat, kesalahan tetap bisa terjadi. Beberapa sperma mungkin membawa kesalahan pengopian DNA yang dikenal sebagai mutasi genetik.

Semakin tua, proses pengopian makin tidak akurat dan kurang efisien. Akibatnya, makin banyak mutasi yang terbentuk dalam DNA pria. Menurut Wilkie, jika sperma DNA yang bermutasi ini berperan dalam pembentukan janin, risiko memengaruhi proses perkembangan anak semakin besar. 

"Hal ini sepenuhnya permainan peluang. Mungkin saja mutasi tidak terjadi pada tempat yang penting, tetapi kadang terjadi hal di luar keinginan. Akibatnya, anak mengalami kondisi tertentu," ujarnya.

Jika mutasi terdapat pada gen yang mengontrol perkembangan otak, hal itu akan mengakibatkan autis atau skizophrenia. Namun, bila mutasi terdapat pada gen yang memengaruhi perkembangan tipe kanker, risiko anak menderita penyakit tersebut makin besar. 

Menurut pimpinan kebijakan terkait kesuburan, Allan Pacey, riset ini menyadarkan pria tentang risiko menunda menjadi ayah.

"Saya bisa mengerti kenapa pasangan memutuskan untuk menunda, tetapi hal tersebut buruk untuk kondisi biologisnya. Saran saya untuk para pria jangan menunda memiliki anak hingga usai 50 tahun. Hal tersebut akan membuat perbedaan pada dunia kesehatan anak," katanya. kompas.com

Monday, 3 March 2014

Kisah Seorang Ibu Yang Selalu Menjaga Wudhu Ketika Mengandung Dan Menyusui Anaknya

Ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan lamanya. Membawa ke sana ke mari. Walau lelah. Ia tidak pernah putus asa. Menaruhkan nyawanya untuk kita. Setelah kita lahir ke dunia. Masih saja, ibu yang merawat kita hingga sekarang ini.

Di sini ada kisah kehebatan seorang ibu, yang selalu menjaga wudhu ketika mengandung dan menyusui buah hatinya.

Seseorang berkata: Aku berkenalan dengan seorang pemuda yang sangat baik, berwajah simpatik, berotak cemerlang, memiliki semangatdan tekad yang sangat kuat Kedua matanya yang menerawang mengisyaratkan kesehatan rohani serta ketinggian pemikirannya. Tubuhnya yang tinggi, kerendahan hatinya, kesopanan, keimanan dan akhlaknya mencerminkan seorang kekasih Allah.

Dua tahun lalu ia menyelesaikan SMU nya dan kini mulai kuliah. Semasa di SMU dulu, dia termasuk siswa yang pandai dan selalu mendapat perhatian para guru.

Di Universitas pun, sejak minggu pertama, sudah tampak kebersihan rohani, budi pekerti, kejujuran, persahabatan serta usahanya untuk selalu konsisten pada semua janjinya.

Pendek kata, dia seorang teman mengasyikkan yang kuperoleh. Aku sangat ingin berkenalan dengan keluarganya, khususnya ibunya.

Pada suatu kesempatan aku berjumpa dengan ibunya, dan aku meminta kepada Sang Ibu untuk bercerita sedikit seputar anaknya serta metodologi pendidikan yang diterapkannya untuk sang buah hati.

Ibunya berkata, “Ketika masih mengandung saya tidak pernah makan tanpa berwudhu terlebih dahulu. Dan pada saat lahir, saya menyusuinya selama dua tahun penuh dan selama itu pula saya tidak pernah memberinya asi dalam keadaan tanpa berwudhu. Ketika menyusui saya membaca ayat-ayat suci al-qur’an dengan suara pelan, saya selalu persembahkan jiwa saya untuknya.

Ayahnya, suami sang ibu menambahkan cerita tersebut, ”Saya masih ingat, pernah ketika suatu malam yang di musim yang sangat dingin sekitar jam 1 malam, ketika Muhammad anak kami masih berumur satu tahun dia bangun sambil menangis. Istri saya bangun dan merasa kalau anaknya kelaparan. Malam itu udara menusuk dan bersalju. Sebelum Istri saya menyusui dia bergegas keluar rumah untuk berwudhu dengan air yang sangat dingin, setelah berwudhu barulah istri saya memeluk Muhammad dan menyusuinya.

Ayahnya menambahkan, “Kalau sekarang Anda melihat sifat-sifat mulia dalam diri anak saya, itu tiada lain karena keikhlasan, kerja keras dan pengorbanan sang ibu."

Saya bertanya kepada sang ibu, “Bagaimana anda bisa berbuat demikian kepada anak anda?” Sang ibu menjawab,”Semua yang kita miliki bersumber dari ajaran pendidikan Islam yang mulia serta perjalan Sayyidah Fathimah Az-Zahra (Salam Atasnya) putri Rasulullah, bukankan Sayyidah Fatimah sosok wanita agung itu, seringkali berkomunikasi dengan anak-anaknya pada masa mengandung dan sama sekali tidak makan serta menyusui anak-anaknya tanpa berwudhu?

Tuesday, 25 February 2014

Obat Sakit Gigi Tradisional

Sakit gigi merupakan satu dari beberapa penyakit paling terkenal dan paling menyiksa. Rasa sakit akibat sakit gigi begitu nyata, gigi seakan terasa berdenyut, kadang ditambah sakit kepala dan demam, kemudian para penderita sakit gigi menjadi sangat sensitif terhadap suara bising dan mudah marah. Sakit gigi hanya bisa ditandingi oleh sakit hati. Rasanya ingin dicopot saja itu gigi yang sakit biar ga pernah sakit-sakit lagi.

Penyebab sakit gigi bisa beberapa hal, diantaranya gigi berlubang, retak, terkikis, kebanyakan makan permen karet, atau bahkan gusi yang terinfeksi. Nah, berikut ini beberapa ramuan tradisional untuk mengobati sakit gigi

Bawang putih

Berdasarkan buku Jude’s Herbal Home Remedies yang ditulis oleh Jude C. Todd, bawang putih dapat menyembuhkan sakit gigi atau gigi berlubang karena mengandung senyawa antiseptik. Ambil satu siung bawang putih dan letakkan di gigi. Lakukan selama 5 menit, kemudian keluarkan bawang putih dan bilas mulut dengan air hangat.

Daun Cengkeh

Cengkeh merupakan rempah yang menjadi bahan dalam pembuatan rokok. Namun, daun cengkeh ternyata memiliki khasiat untuk mengobati sakit gigi. Caranya, cuci beberapa helai daun cengkih, seduh dengan air mendidih, kemudian dilumatkan. Peras dengan kain. Basahi kapas dengan cairannya, jejalkan ke lubang gigi yang sakit.

Minyak cengkih

Sebuah penelitian pada Journal of Dentistry tahun 2006 menemukan, minyak cengkih juga bisa meringankan sakit gigi.

Berikan 2 – 3 tetes minyak cengkih ke kapas kemudian gosokkan pada gigi. Jika menggunakan cengkih, basahi dulu dengan air liur atau kunyah-kunyah sebelum dimasukkan pada gigi.

Teh Hangat

Dalam buku Prescription for Herbal Healing yang ditulis oleh Phyllis A. Balch, dikatakan teh dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi. Teh panas membantu menghilangkan bakteri di mulut dan mengurangi rasa sakit sementara. Tempatkan kantong teh pada gusi untuk membantu menghentikan peradangan. Sebaiknya jangan dicampur gula dalam teh hangat.

Cabe rawit

Kecil-kecil cabe rawit adalah ungkapan untuk menggambarkan sesuatu yang kecil namun memiliki banyak kelebihan. Dalam hal mengatasi sakit gigi, ini bukan sekedar ungkapan. Cabe rawit mengandung senyawa capsaicin yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Larutkan cabe ke dalam air panas, celupkan kapas, peras sedikit dan letakkan di gigi.

Getah Jarak

Tanaman jarak memang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Selain minyak buah jarak yang sekarang sedang diupayakan sebagai bahan bakar alternatif, getah dari pohon jarak ini ternyata berkhasiat mengobati sakit gigi berlubang. Caranya gampang, hanya dengan meneteskan getah jarak pada gigi yang berlubang. Atau bisa juga dengan mengambil getah jarak menggunakan kapas, kemudian masukkan kapas pada gigi yang berlubang.

Akar Kangkung

Siapa sangka sayuran yang bisa bikin ngantuk jika dikonsumsi terlalu banyak ini bisa juga dijadikan sebagai obat untuk mengatasi sakit gigi. Caranya: Sediakan segenggam akar kangkung, 1/2 sdt cuka, direbus dengan 1 gelas air. Gunakan air rebusannya untuk berkumur.

Akar Meniran

Selama ini kita mengenal meniran sebagai tanaman herbal untuk mengobati penyakit ginjal, gangguan saluran kencing, hepatitis dan disentri. Namun ternyata akar meniran juga berkhasiat untuk mengobati gigi yang sakit. Caranya: Cuci bersih akar meniran, lalu kunyah-kunyah pada gigi yang sakit.

Sereh

Sereh (bukan sirih) dikenal juga dengan nama serai. Biasa digunakan sebagai bumbu dapur terutama untuk pepes agar menambah aroma. Caranya: Rebus 40 g sereh segar dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Gunakan ramuan ini untuk berkumur.

Es batu

Menggunakan es batu dikenal untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan pada gigi dan gusi. Masukkan es batu dalam kantong kain atau ke area sakit dan biarkan selama 5 – 10 menit. Lakukan ini sebanyak 2 kali sehari, tapi bila kondisi tidak membaik, segera hubungi dokter.

Untuk mencegah sakit gigi kambuh, rajin-rajinlah menjaga kesehatan gigi. Ingat, sakit gigi hanya bisa ditandingi oleh sakit hati.

Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena 'Mental Hectic'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena 'Mental Hectic'.

''Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,'' ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada 'qitah'-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.

Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ''Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,''  jelas Sudjarwo.

Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung.  Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ''Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,'' cetusnya.

Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ''Jadi tidak main-main itu, ada namanya 'mental hectic', anak bisa menjadi pemberontak,'' tegas dia.
Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Untuk itu, Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009. ''SK nya sudah keluar, jadi jangan sembarangan memberikan pelajaran calistung,'' jelasnya.

Sosialisasi tersebut, kata Sudjarwo, telah dilakukan melalui berbagai pertemuan di tingkat kabupaten dan provinsi.  Maka Sudjarwo sangat berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti komitmen pusat untuk mengembalikan PAUD pada jalurnya. ''Paling penting pemda dapat melakukan tindak lanjutnya,'' jawab dia.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Srie Agustina, Koordinator Komisi Edukasi dan Komunikasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), menyatakan, memilih mensosialisasikan produk pendidikan  merupakan bagian dari fungsi dan tugas BPKN untuk melakukan perlindungan terhadap konsumen. 

Dalam hal ini, kata Srie, BPKN memprioritaskan sosialisasi pada anak usia dini. Sebab berdasarkan Konvensi Hak Anak, setiap anak memiliki empat hak dasar.  Salah satunya adalah hak untuk mendapatkan perlindungan dalam kerugian dari barang dan produk, termasuk produk pendidikan. ''Untuk itu sejak dini anak dilibatkan, karena di usia itulah pembentukan karakter terjadi,'' papar Srie.

Namun menurut Srie, mengedukasi tentang sebuah produk harus menggunakan metode khusus.  Tidak dapat berwujud arahan dan larangan, namun dengan cara yang menyenangkan, salah satunya dengan festival mewarnai sebagai salah satu teknik untuk memberikan edukasi. ''Dengan mewarnai, mereka bisa terlibat dan merasa lebur di dalamnya, selain itu dalam gambar yang diwarnai tersebut disisipkan pesan-pesan yang ingin disampaikan,'' pungkasnya.

Efek Buruk Pakaian Warna Kuning Bagi Kesehatan

Hobi Berpakaian Warna Kuning? Hati-hati, Ini Efek Buruknya Bagi Kesehatan

Setiap orang tentu memiliki warna kesukaannya masing-masing, termasuk warna kuning. Jika Anda salah satunya, maka Anda patut berhati-hati. Mengapa? Sebuah studi menyebutkan bahwa penggunaan warna kuning dikaitkan dengan risiko kesehatan serius.

Menurut temuan awal dari studi peer-review, jejak polychlorinated biphenyl yang dilarang atau polychlorinated biphenyl (PCB), khususnya PCB-11, telah ditemukan dalam pewarna kuning pakaian dan barang cetakan, sehingga dapat meningkatkan risiko kesehatan pada orang-orang yang terpapar. 

PCB-11 adalah bagian dari bahan kimia beracun yang digunakan dalam aplikasi industri dan komersial seperti listrik, pemindah panas, plastik, dan produk karet. Meskipun pigmen kimia ini sempat dilarang oleh Toxic Substances Act pada tahun 1979, namun penggunaannya dalam tingkat sangat rendah masih diperbolehkan. 

Bahan kimia ini dianggap mungkin menjadi karsinogen karena diketahui dapat menyebabkan kanker pada hewan, namun buktinya bagi manusia belum konklusif. Meskipun begitu, The Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan bahan kimia ini telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari cacat lahir, iritasi, kanker, dan masalah perkembangan pada anak.

Dalam sebuah penelitian terbaru, tim ilmuwan lingkungan di Rutgers University berusaha mengungkap bahan atau produk konsumen yang paling banyak memiliki PCB-11. Bahan yang diuji di antaranya 16 potong pakaian kuning, 28 sampel produk kertas, termasuk kartu pos dan serbet yang berisi tinta dan dibuat di luar AS.

Temuan menunjukkan 100 persen dari 16 sampel pakaian mengandung PCB-11, sementara 26 dari 28 sampel kertas juga positif mengandung bahan tersebut. PCB-11 ditemukan dalam sebagian besar kemasan makanan kantong plastik di seluruh dunia. "Di luar sama tingkat penggunaan bahan ini berada pada fase yang meresahkan," ujar Lisa Rodenburg, penulis senior studi tersebut, seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (25/2/2014). 

Menurut Rodenburg, yang lebih mengkhawatirkan adalah fakta bahwa bahkan jika konsumen berusaha menghindari produk berwarna kuning, mereka masih berisiko terkena racun tersebut melalui udara dan air, yang akhirnya dapat masuk ke tubuh manusia. "PCB bisa keluar dari bahan cetak dan masuk ke dalam udara, jadi berisiko masuk ke tubuh seseorang saat ia bernapas di dekatnya," tuturnya. 

Selain itu, PCB juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, udara yang kita hirup, atau kontak dengan kulit.

Studi Rodenburg tentu menambah penelitian ilmiah luas yang menunjukkan bahwa PCB tidak hanya berbahaya untuk lingkungan, tetapi juga pada manusia. Sangat penting untuk menyadari adanya beberapa bahan kimia beracun legal dan memberikan efek kesehatan yang merugikan. 

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology. (sumber : detik.com)

Thursday, 20 February 2014

Mama, Alloh dimana?

ANAK usia dini umumnya memiliki karakteristik yang unik, egosentris, spontan, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (hubbul istithla’). Ketika anak memiliki rasa ingin tahu terhadap suatu hal, umumnya anak akan selalu melontarkan banyak pertanyaan kepada orang terdekat terutama ibunya. Anak akan selalu mengaitkan hal tersebut dengan apa yang dibicarakannya.
Selain itu tak jarang anak pun akan memikirkan dan membayang-bayangkan sesuatu hal baru yang ingin ia ketahui. Ketika anak bertanya ini dan itu dengan penuh antusias, tentu ibunya mudah sekali menjawab dengan bahasa dan jawaban yang sederhana dan mudah difahami oleh anak. Perlu diperhatikan kembali, jangan sekali-kali ibu memarahi atau membentak ketika anak bertanya sesuatu sekalipun itu sesuatu yang tidak seharusnya ditanyakan, karena itu akan menghambat kecerdasan dan berpengaruh negatif terhadap psikologi anak.
Lantas bagaimana saat anak bertanya: “Mama, Allah itu dimana? Allah itu seperti apa?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tentunya membuat ibu terhenyak dan mengernyitkan dahi. Seorang ibu tidak mungkin menjawab asal-asalan terhadap pertanyaan si kecil yang satu ini, karena tentunya akan memengaruhi pola pikir anak kedepannya. Ibupun tidak mungkin menjelaskan dengan dalil naqli atau dalil ‘aqli karena tentunya mereka tidak akan mengerti. Lalu apa yang harus ibu lakukan?
Pertama, bila anak bertanya: “Mama Allah itu dimana?”. Jangan jawab begini:“Nak, Allah itu ada diatas langit atau Allah itu ada di surga”. Jawaban seperti itu akan menyesatkan logika anak. Jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah. Juga jangan menjawab “Nak, Allah itu ada dimana-mana”. Dengan jawaban seperti itu kemungkinan besar si kecil yang mempunyai daya imajinatif yang tinggi akan berfikiran bahwa Allah itu banyak.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat”.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186) Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Alangkah baiknya, jawab saja seperti ini: “Nak, Allah itu ada. Keberadaannya sangat dekat dengan kita. Apalagi terhadap orang-orang yang shaleh termasuk di dekat anak ibu tersayang yang selalu membantu ibu dan ayah, bersikap baik terhadap teman-teman, dan rajin shalat serta mengaji. Jadi, Allah itu selalu bersama kita kapanpun dan dimanapun”. Dengan jawaban seperti ini diprediksikan anak akan berpikir untuk selalu melakukan kebaikan dan beramal shaleh agar selalu dekat dengan Allah.
Kedua, bila si kecil bertanya: “Mama Allah itu seperti apa?”. Lebih baik jawab seperti ini: “Coba sekarang, anak ibu yang pintar tahu kan bentuk kucing, pohon, sungai, matahari, batu, rumah? Nah apapun yang kamu bayangkan, apapun yang ada di dalam pikiran kamu itu bukan Allah sayang. Karena, Allah itu tidak sama dengan makhluk ciptaan-Nya”. Dengan seperti itu anak tidak akan membayangkan bahwa Allah itu seperti kiyai, seperti patung, atau seperti apapun yang ia lihat. Dengan seperti itu dia tidak akan berimajinasi tentang bentuk Allah.
“[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
Saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan anak yang lebih ekstreem dan membuat ibu kebingungan, berusahalah bersikap tenang dengan tatapan yang teduh di depan mereka dan berikanlah jawaban yang membuat mereka mudah paham dan tentunya tidak melenceng dari syari’at islam. [retsa/islampos/kisahislami/ukhtyan/Yusuf, Syamsu, Nani M. Sughandi. 2012. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada].