Tuesday, 4 March 2014

Tips Meningkatkan Gairah Seks Agar Suami Senang

Vemale.com - Keluhan umum wanita yang sudah beberapa tahun menikah adalah hilangnya dorongan seksual, yang menyebabkan suami harus 'puasa' karena istri hilang mood.

Entah karena kesibukan, problem keuangan, dan lain sebagainya, gairah bercinta jadi sering hilang, momen panas yang dulu sering ada jadi dingin. Bahaya lho, ladies, kalau terus menerus dibiarkan begitu.

Selain urusan dapur yang menyediakan aneka menu masakan sehat, urusan 'dapur' yang satu ini juga harus tetap dijaga agar tetap hangat.

Jika Anda sedang mengalami problem dengan suami soal keintiman yang mulai pudar, inilah yang sebaiknya Anda lakukan.

Tidur cukup

Gairah seksual cenderung ditentukan dengan kualitas tidur. Saat seorang wanita cukup tidur dan energinya sudah terisi penuh, maka ia akan jauh lebih bersemangat untuk melakukan olahraga dan aktivitas fisik yang cukup aktif.

Atasi stres

Jangan biarkan stres menghancurkan hidup Anda. Atasi dengan berbagai cara. Mulai dari massage, spa, berolahraga, atau minum suplemen yang membantu menenangkan Anda seperti misalnya yang mengandung licorice dan ginseng.

Kurangi asupan makanan manis dan apabila perlu kunjungi dokter untuk mengonsultasikan penanganan stres yang Anda rasakan.

Terapi hormon

Salah satu hal lain yang menyebabkan penurunan gairah seksual adalah rendahnya hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut bisa hilang karena berbagai macam hal, salah satunya stres dan tekanan pekerjaan. Untuk itu, solusinya adalah mengonsumsi hormon tersebut untuk meningkatkan mood dan kualitas tidur.

Mencicipi obat herbal

Ginseng sudah sejak lama menjadi salah satu sumber untuk meningkatkan stamina dan energi. Selain itu, ia juga dapat meningkatkan libido wanita.

Mengonsumsi ginseng sebagai obat herbal akan mengembalikan kehangatan dan keintiman dengan suami di atas ranjang.

Mengonsumsi teh hijau

Konsumsi L-theanin yang ada di dalam teh hijau sangat efektif untuk merelakskan tubuh dan otak. Minuman yang satu ini selalu sepadan untuk dikonsumsi baik di pagi hari atau sebelum berhubungan intim.

Ingin mengembalikan gairah intim demi menyenangkan suami, ikuti tips di atas ya, ladies.

Mengapa Nabi Muhammad Suka Kucing?

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dikenal sangat menyayangi kucing. Rasulullah bahkan memiliki seekor kucing bernama Mueza. Suatu saat pernah si Mueza tidur di jubah Rasulullah dan beliau membiarkannya. Bahkan, agar Mueza tidak terganggu, Rasulullah memotong jubah itu untuk Mueza.

Dalam banyak hadits, Rasulullah menjelaskan kedudukan kucing dalam Islam. Bahwa kucing itu tidak najis, ia termasuk perhiasan rumah, bahkan disebut sebagai bagian dari “keluarga” karena selalu berkeliaran di rumah.

كُنْتُ أَتَوَضَّأُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ قَدْ أَصَابَتْ مِنْهُ الْهِرَّةُ قَبْلَ ذَلِكَ
"Aku (Aisyah) dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu dari satu bejana yang sebelumnya telah dijilat kucing." (HR. Ibnu Majah)

الْهِرَّةُ لَا تَقْطَعُ الصَّلَاةَ لِأَنَّهَا مِنْ مَتَاعِ الْبَيْتِ
"Kucing tidak memutus (membatalkan) shalat, karena ia termasuk perhiasan rumah." (HR. Ibnu Majah)

السِّنَّوْرُ مِنْ أَهْلِ الْبَيْتِ وَإِنَّهُ مِنْ الطَّوَّافِينَ أَوْ الطَّوَّافَاتِ عَلَيْكُمْ
"Kucing termasuk keluarga dan ia memang hewan-hewan yang suka berkeliaran diantara kalian."(HR. Ahmad)

Bukan hanya Rasulullah yang sayang kucing. Sahabat seperti Abu Hurairah pun sangat menyayangi binatang itu. Hingga suatu ketika ia bertemu Rasulullah dan seekor kucing turut serta di balik lengan jubahnya. Rasulullah pun kemudian memanggilnya “Abu Hirrin” yang dari nama ini kemudian orang-orang memanggilnya “Abu Hurairah”.

Sebaliknya, bagi orang yang menyakiti atau menyiksa kucing, ada hukuman berat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala; berupa siksa neraka.

عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
"Seorang wanita disiksa Allah pada hari kiamat lantaran dia mengurung seekor kucing sehingga kucing itu mati. Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala memasukkannya ke neraka. Kucing itu dikurungnya tanpa diberi makan dan minum dan tidak pula dilepaskannya supaya ia dapat menangkap serangga-serangga bumi." (HR. Muslim)

Mengapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam suka dan sayang kucing? Berikut ini penjelasan yang dapat kita pahami: 

1. Islam adalah rahmat bagi semesta alam
Sebagai rahmat bagi semesta alam, Islam bukan hanya mengajarkan mengasihi sesama manusia tetapi juga mengasihi alam dan binatang. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (wahai Muhammad), kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam” (QS. Al Anbiya’ : 107)

2. Siapa yang menyayangi penduduk bumi akan disayang penduduk langit
Penduduk bumi tidak hanya terbatas manusia. Ada tumbuhan dan hewan yang juga menghuninya. Menyayangi mereka semua akan mendatangkan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أهل الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ أهل السَّمَاء
“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh Sang Maha Penyayang. Maka sayangilah penduduk bumi niscaya penduduk langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Ahmad)

3. Fakta ilmiah tentang kucing
Hadits-hadits Rasulullah di atas, terkait dengan kucing tidak najis, bahkan beliau berwudhu dari bejana yang telah dijilat kucing hingga beliau menyebut kucing sebagai perhiasan rumah, ternyata didukung dengan sejumlah fakta ilmiah yang ditemukan di zaman modern ini. Berikut ini 3 fakta ilmiah tentang kucing yang dikutip dari Fimadani:

Fakta Ilmiah 1

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang Didapatkan
  • Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  • Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  • Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
  • Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  • Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
  • Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti
  • Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
  • Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
  • Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
  • Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
  • Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
  • Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
  • Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
  • Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Pria, Jangan Tunda Punya Anak

Para pria sebaiknya tidak lagi menunda untuk segera punya keturunan. Pasalnya, makin lama pria menjadi ayah, kualitas sperma akan semakin menurun dan menjadi mutan. Peneliti memperingatkan, pria yang menjadi ayah dalam usia lebih tua berisiko memiliki anak dengan gangguan seperti autisme dan skizofrenia. 
Selama 10 tahun, ilmuwan telah berspekulasi mengenai hubungan antara pria yang menjadi ayah dalam usia tua dan efeknya pada keturunan. Spekulasi tersebut terbukti dalam riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature. Riset tersebut membuktikan makin tua seorang pria menjadi ayah, makin banyak mutasi genetik yang diwariskan pada keturunannya ketika anak beranjak dewasa.

Dalam riset ini, peneliti meneliti potongan DNA dari 78 orangtua dan anak berkebangsaan Islandia. Dalam riset tersebut, peneliti menemukan hubungan langsung antara usia ayah dan jumlah mutasi DNA pada anak. Mutasi tersebut berkaitan dengan timbulnya spektrum autisme dan skizofrenia. Namun, gangguan DNA ini sama sekali tidak berkaitan dengan usia ibu. 

"Riset ini membantah anggapan umum yang mengatakan ibu sebagai sebab utama gangguan DNA pada anak. Gangguan tersebut sepenuhnya berasal dari pria dan semakin meningkat bersamaan usia calon ayah," kata Kari Stefansson dari Decode Genetics. Gangguan langka ini akan bertahan dalam waktu lama dan memengaruhi kondisi lainnya selama perkembangan anak.

Riset ini juga membuktikan, tidak hanya memori dan elastisitas kulit yang menurun bersamaan dengan usia, tetapi juga DNA pada sperma. Padahal, pria memproduksi sperma sepanjang hidupnya. Hal ini sangat berbeda dengan wanita yang lahir dengan jumlah sel telur terbatas. 

Setiap 16 hari, sel dalam testikel pria terbagi dengan DNA yang merupakan hasil kopi dari DNA lain. Tiap sel merupakan hasil kopi yang digunakan untuk memproduksi sperma. Meski proses pengopian DNA sangat akurat, kesalahan tetap bisa terjadi. Beberapa sperma mungkin membawa kesalahan pengopian DNA yang dikenal sebagai mutasi genetik.

Semakin tua, proses pengopian makin tidak akurat dan kurang efisien. Akibatnya, makin banyak mutasi yang terbentuk dalam DNA pria. Menurut Wilkie, jika sperma DNA yang bermutasi ini berperan dalam pembentukan janin, risiko memengaruhi proses perkembangan anak semakin besar. 

"Hal ini sepenuhnya permainan peluang. Mungkin saja mutasi tidak terjadi pada tempat yang penting, tetapi kadang terjadi hal di luar keinginan. Akibatnya, anak mengalami kondisi tertentu," ujarnya.

Jika mutasi terdapat pada gen yang mengontrol perkembangan otak, hal itu akan mengakibatkan autis atau skizophrenia. Namun, bila mutasi terdapat pada gen yang memengaruhi perkembangan tipe kanker, risiko anak menderita penyakit tersebut makin besar. 

Menurut pimpinan kebijakan terkait kesuburan, Allan Pacey, riset ini menyadarkan pria tentang risiko menunda menjadi ayah.

"Saya bisa mengerti kenapa pasangan memutuskan untuk menunda, tetapi hal tersebut buruk untuk kondisi biologisnya. Saran saya untuk para pria jangan menunda memiliki anak hingga usai 50 tahun. Hal tersebut akan membuat perbedaan pada dunia kesehatan anak," katanya. kompas.com

Monday, 3 March 2014

Kisah Seorang Ibu Yang Selalu Menjaga Wudhu Ketika Mengandung Dan Menyusui Anaknya

Ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan lamanya. Membawa ke sana ke mari. Walau lelah. Ia tidak pernah putus asa. Menaruhkan nyawanya untuk kita. Setelah kita lahir ke dunia. Masih saja, ibu yang merawat kita hingga sekarang ini.

Di sini ada kisah kehebatan seorang ibu, yang selalu menjaga wudhu ketika mengandung dan menyusui buah hatinya.

Seseorang berkata: Aku berkenalan dengan seorang pemuda yang sangat baik, berwajah simpatik, berotak cemerlang, memiliki semangatdan tekad yang sangat kuat Kedua matanya yang menerawang mengisyaratkan kesehatan rohani serta ketinggian pemikirannya. Tubuhnya yang tinggi, kerendahan hatinya, kesopanan, keimanan dan akhlaknya mencerminkan seorang kekasih Allah.

Dua tahun lalu ia menyelesaikan SMU nya dan kini mulai kuliah. Semasa di SMU dulu, dia termasuk siswa yang pandai dan selalu mendapat perhatian para guru.

Di Universitas pun, sejak minggu pertama, sudah tampak kebersihan rohani, budi pekerti, kejujuran, persahabatan serta usahanya untuk selalu konsisten pada semua janjinya.

Pendek kata, dia seorang teman mengasyikkan yang kuperoleh. Aku sangat ingin berkenalan dengan keluarganya, khususnya ibunya.

Pada suatu kesempatan aku berjumpa dengan ibunya, dan aku meminta kepada Sang Ibu untuk bercerita sedikit seputar anaknya serta metodologi pendidikan yang diterapkannya untuk sang buah hati.

Ibunya berkata, “Ketika masih mengandung saya tidak pernah makan tanpa berwudhu terlebih dahulu. Dan pada saat lahir, saya menyusuinya selama dua tahun penuh dan selama itu pula saya tidak pernah memberinya asi dalam keadaan tanpa berwudhu. Ketika menyusui saya membaca ayat-ayat suci al-qur’an dengan suara pelan, saya selalu persembahkan jiwa saya untuknya.

Ayahnya, suami sang ibu menambahkan cerita tersebut, ”Saya masih ingat, pernah ketika suatu malam yang di musim yang sangat dingin sekitar jam 1 malam, ketika Muhammad anak kami masih berumur satu tahun dia bangun sambil menangis. Istri saya bangun dan merasa kalau anaknya kelaparan. Malam itu udara menusuk dan bersalju. Sebelum Istri saya menyusui dia bergegas keluar rumah untuk berwudhu dengan air yang sangat dingin, setelah berwudhu barulah istri saya memeluk Muhammad dan menyusuinya.

Ayahnya menambahkan, “Kalau sekarang Anda melihat sifat-sifat mulia dalam diri anak saya, itu tiada lain karena keikhlasan, kerja keras dan pengorbanan sang ibu."

Saya bertanya kepada sang ibu, “Bagaimana anda bisa berbuat demikian kepada anak anda?” Sang ibu menjawab,”Semua yang kita miliki bersumber dari ajaran pendidikan Islam yang mulia serta perjalan Sayyidah Fathimah Az-Zahra (Salam Atasnya) putri Rasulullah, bukankan Sayyidah Fatimah sosok wanita agung itu, seringkali berkomunikasi dengan anak-anaknya pada masa mengandung dan sama sekali tidak makan serta menyusui anak-anaknya tanpa berwudhu?